Selamat Datang di Situs Resmi Dinas Perkebunan Kabupaten Tabalong

Informasi Lembaga

Fasilitas Umum

Artikel Umum

Pengumuman

Download Arsip

Link Pilihan

Web Info

Jumlah Pengunjung :
5291
Pengunjung Hari Ini :
5
User Online :
3
Terakhir Update :
18-02-2010

Agenda Kegiatan

Polling

 
23 Juni 2009

Pemerintah Kabupaten Tabalong Siapkan 1.112.000 Bibit Karet Unggul

Tanjung, KP – Tahun 2009 ini Pemkab Tabalong siapkan bibit karet unggul sebanyak 1.112.000 pohon, terdiri dari dana APBN yang disalurkan melalui Dirjen Perkebunan Deptan, serta 250.000 pohon lainnya, merupakan bantuan dari Pemprov Kalsel. Hal itu, diungkapkan Bupati setempat H Rachman Ramsyi, saat membuka Temu Lapang dan Penyadapan Karet Perdana di Desa Tanta Kecamatan Tanta, Selasa (16/6). Oleh karena itu, kepada para petani yang masih menggunakan bibit non-unggul dan perkebunan karetnya sudah tua serta kurang produktif, supaya segera melakukan peremajaan,’’ ujarnya. Tanaman karet, merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang menjadi pendorong perekonomian rakyat di Kabupaten Tabalong. Lahan yang mencakup 51.014 ha, di dominasi oleh perkebunan karet rakyat dan telah menjadi sumber pendapatan utama bagi sebagian besar keluarga petani. Sebagaimana diketahui bersama, bahwa sejak memasuki awal tahun 2009, harga karet dunia mengalami penurunan yang cukup drastis.
bahkan sempat membuat terkejut para petani. ``Hal ini, merupakan pengaruh dari adanya krisis finansial global yang sumbernya berasal dari Amerika Serikat,’’ terangnya. Walaupun, gelombang krisisnya jauh dari Indonesia, namun, lanjut Rachman, secara tidak langsung, dampaknya sangat terasa, khususnya pada pendapatan petani karet di daerah seperti Tabalong ini. Menghadapi permasalahan ini, kepada seluruh petani karet di Kabupaten Tabalong untuk tidak putus asa dan selalu bekerja keras untuk meningkatkan produksi dan kualitas karetnya, karena permintaan pasar dalam dan luar negeri terhadap kebutuhan karet alam masih cukup banyak. ``Saat ini, negara kita merupakan penghasil karet alam terbesar setelah Thailand, dan bila merujuk pada pandangan International Rubber Study Group (IRSG) atau lembaga pengkajian karet dunia, pada 2015 Indonesia diperkirakan akan menjadi penghasil karet terbesar di dunia,’’ papar Bupati Rachman. Perkembangan ini, lanjutnya, dinilai cukup relevan bila melihat perkembangan perkaretan Indonesia yang terus meningkat disertai dengan banyaknya inovasi-inovasi di bidang teknologi yang bisa semakin meningkatkan produksi karet dalam negeri. ``Adanya kegiatan dari pusat penelitian karet, khususnya Balai Penelitian Sembawa, yang melakukan berbagai studi dan kajian dalam percepatan peremajaan karet rakyat partisipatif, merupakan angin segar dalam memberikan solusi untuk penyediaan bibit karet unggul melalui pembangunan kebun pembibitan percontohan,’’ jelas bupati. Temu Lapang Penyadapan Perdana Tanaman Karet Peremajaan Partisipatif ini adalah kerjasama antara Pemkab Tabalong dengan Balai Penelitian Sembawa Sumatera Barat, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Kalsel Ir H Haryono, Direktur Pusat Penelitian Karet dari Medan DR Jr H Chairil Anwar M.Sc, serta sejumlah instansi terkait. Dalam acara yang diadakan di kebun karet milik salah seorang warga Desa Tanta tersebut, Bupati Rachman Ramsyi, menandatangani prasasti Peresmian Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tanjung, Bintang Ara dan Muara Uya, yang dilanjutkan dengan penyadapan karet perdana oleh bupati, sekaligus menyaksikan demo penggunaan Peo Rub (pembukaan karet). (ros/K-5) Sumber Kalimantan Post tgl 17 Juni 2009